Pendidikan Adab Sejak Dini Ma’had Tahfidzul Quran Zaid Bin Tsabit Kota Payakumbuh

Deli Hermanto

3 days ago • 11

Foto: Dok. Istimewa/Deli Hermanto

Pendidikan Adab Sejak Dini Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit Kota Payakumbuh

Oleh : Abu Abdillah, Lc., S.Pd.

Mudir ‘Am Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit Kota Payakumbuh


Islam sebagai agama yang sempurna memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab dan menempatkannya pada kedudukan yang sangat mulia. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ yang menegaskan betapa agungnya posisi adab dalam Islam. Adab bukan sekadar pelengkap ibadah, melainkan fondasi utama dalam membangun kepribadian seorang Muslim.

Di tengah tantangan degradasi adab generasi Muslim hari ini—baik di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan—pendidikan adab sejak dini menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.

Allah Ta‘ala berfirman dalam Surat Al-Ḥujurāt ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain, boleh jadi mereka yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula kaum perempuan merendahkan kaum perempuan yang lain, boleh jadi mereka lebih baik. Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk setelah iman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Ayat ini menjadi landasan yang sangat kuat bahwa pendidikan adab memiliki urgensi yang tinggi. Adab bukan sekadar etika sosial, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari iman.

Dalam hadits-hadits Nabi ﷺ juga banyak ditegaskan pentingnya adab dan akhlak mulia. Di antaranya sabda Rasulullah ﷺ:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku hanyalah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

(HR. Ahmad dan Al-Bukhārī dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Hadits ini menunjukkan bahwa misi kenabian tidak hanya membangun keilmuan umat, tetapi juga membentuk karakter dan adab yang berlandaskan tauhid dan iman.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.” (HR. At-Tirmidzi)

Berangkat dari landasan Al-Qur’an dan Sunnah inilah, Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit dalam pembelajaran dan kurikulumnya memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan adab bagi para santri. Hal ini menjadi dorongan kuat bagi lembaga untuk menjadikan adab sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan.

Pendidikan adab di Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit bukanlah pelengkap, apalagi sekadar teori. Ia merupakan ruh pendidikan yang menghidupkan seluruh proses pembelajaran. Di ma’had ini, adab tidak diajarkan setelah ilmu, tetapi ditanamkan bersama Al-Qur’an, tumbuh seiring hafalan, dan hidup dalam keseharian santri. Tanpa adab, pendidikan kehilangan ruhnya; dengan adab, ilmu menjadi cahaya.

Sejak awal, Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit memposisikan pembelajaran adab Islam sebagai materi utama maddah diniyyah, bahkan menjadi porsi terbesar setelah pembelajaran Al-Qur’an. Keyakinannya sederhana namun mendalam: menghafal Al-Qur’an tanpa adab akan melahirkan hafalan yang kering, sementara adab yang ditanamkan bersama Al-Qur’an akan melahirkan generasi penghafal Qur’an yang berilmu dan mulia akhlaknya. Seperti pohon yang kokoh karena akar, hafalan Al-Qur’an menjadi kuat karena adab.

Materi adab tidak berdiri sendiri, melainkan menyatu dengan pelajaran aqidah, fiqih, sirah nabawiyah, zikir dan doa, bahasa Arab, hingga hafalan hadits. Bahkan dalam bahasa keseharian ma’had, aturan-aturan tidak disebut sebagai “larangan”, tetapi sebagai adab. Dengan demikian, santri memahami bahwa seluruh tata tertib adalah bagian dari pengamalan Islam, bukan sekadar aturan lembaga. Inilah pendidikan karakter terpadu (integrated character education) yang sesungguhnya.


Taushiyyah Pagi: Menyentuh Hati sebelum Mengisi Pikiran

Setiap pagi, tepat pukul 07.20, santri berkumpul di mushalla ma’had. Hari mereka tidak dimulai dengan buku dan papan tulis, melainkan dengan zikir pagi dan taushiyyah. Inilah pendidikan hati sebelum pendidikan akal.

Taushiyyah pagi disampaikan oleh ustaz dan ustazah dengan tema yang terstruktur, salah satunya silsilah adab Islam, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi santri. Dalam waktu sekitar 15 menit, santri diajak memahami adab-adab praktis yang akan diamalkan sepanjang hari: adab makan dan minum, adab masjid, adab kamar mandi, adab berinteraksi dengan Al-Qur’an, dan adab terhadap sesama.

Taushiyyah ini bukan sekadar ceramah satu arah, tetapi menjadi ruang pembiasaan, pengingat, dan pelurusan adab dengan pendekatan yang lembut dan penuh hikmah.

Demikian pula taushiyyah singkat yang diampu oleh Ustazah Ummu Zainab, Amd., Hafizhahallāh, setelah shalat Zuhur sebelum masuk kelas. Pada sesi ini disampaikan materi ringan dan aplikatif tentang adab, sekaligus pemeriksaan sunnah-sunnah fitrah seperti kebersihan kuku, rambut, dan gigi sebagai bentuk adab terhadap diri sendiri.


Lima Menit yang Menentukan: Adab sebelum Pelajaran Dimulai

Sebelum proses belajar mengajar dimulai, setiap guru menyediakan waktu sekitar lima menit untuk penanaman adab. Pelajaran dibuka dengan salam, pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian dilanjutkan dengan nasehat singkat tentang adab Islam.

Lima menit ini menjadi hidden curriculum adab, yaitu penanaman nilai-nilai karakter, etika, dan sopan santun yang tidak tertulis dalam silabus, namun ditanamkan secara konsisten hingga mengakar kuat dalam jiwa santri. Tujuannya bukan sekadar menegur, tetapi mengondisikan hati agar siap menerima ilmu.


Adab sebagai Mata Pelajaran Agama

Selain pembiasaan harian, adab Islam juga diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri. Bersama aqidah, fiqih, sirah, zikir-doa, dan bahasa Arab, pelajaran adab menjadi unggulan kedua setelah Al-Qur’an.

Pelajaran ini dilaksanakan setiap hari Jumat selama satu jam pelajaran, menggunakan kitab yang disusun oleh Tim Darsuna Ma’had, tim khusus yang merancang dan merapikan kurikulum internal. Dengan pembelajaran terstruktur ini, santri tidak hanya mengetahui bagaimana beradab, tetapi juga memahami mengapa adab begitu penting dalam Islam.


Adab yang Hidup dalam Aktivitas Harian

Di Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit, adab hidup dalam seluruh aktivitas: makan, istirahat, shalat, belajar, hingga bermain. Dalam beberapa kegiatan, salah seorang santri ditunjuk untuk membacakan adab yang akan dipraktikkan, lalu diikuti oleh seluruh santri.

Setelah kegiatan, guru memberikan evaluasi singkat. Jika adab terjaga, santri diberi pujian; jika belum maksimal, diberikan nasehat yang mendidik. Inilah proses habituasi (pembiasaan) adab yang berkesinambungan.


Kerja Sama dengan Orang Tua: Adab Berlanjut di Rumah

Ma’had menyadari bahwa pendidikan adab tidak akan berhasil jika hanya dilakukan di sekolah. Oleh karena itu, pendidikan dibangun di atas kerja sama erat dengan orang tua yang dituangkan dalam lembar kesepakatan bersama. Salah satu poin utamanya adalah komitmen menanamkan dan mengamalkan adab Islam di rumah dan di ma’had.


Orientasi Santri Baru: Adab Sejak Langkah Pertama

Pada awal masuk, santri baru mengikuti masa ta‘aruf dengan fokus utama pengenalan adab sejak hari pertama: adab masjid, adab makan, adab sandal, adab berteman, dan adab keseharian ma’had. Inilah first impression education (kesan pertama pendidikan) yang kuat dan membekas.


Rihlah, Mabit, dan Pendidikan Adab di Luar Kelas

Dalam kegiatan rihlah dan mabit, pendidikan adab tetap menjadi perhatian utama: adab safar, adab keluar rumah, adab berada di tempat baru, serta adab menjaga diri di luar lingkungan sekolah.


Adab sebagai Standar Penilaian

Pentingnya adab tercermin dalam sistem penilaian ma’had. Setiap mata pelajaran memiliki nilai adab, sehingga prestasi santri tidak hanya diukur dari aspek kognitif, tetapi juga dari sikap dan perilaku. Nilai adab ini dicantumkan dalam rapor, sehingga seluruh mata pelajaran memiliki aspek penilaian adab.


Pendidikan untuk Guru dan Orang Tua

Konsep pendidikan di Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit adalah pendidikan bagi semua. Guru mengikuti program kuliah guru secara rutin dengan materi di antaranya adab Islam, sementara wali santri mengikuti kajian pekanan. Ini merupakan wujud pendidikan sepanjang hayat (lifelong education).


Studi Tiru dan Belajar dari Lembaga Lain

Untuk peningkatan kualitas, ma’had melakukan studi banding ke berbagai lembaga yang menekankan pendidikan adab, baik di Sumatera Barat maupun di Pulau Jawa, seperti SD IT Dar El Iman, SD IT Ibnu Abbas Pariaman, SD IT Ibnu Abbas Kamang, SD IT Al-Irsyad Tengaran, Sekolah Islam Bukhori Solo, Ibnu Mas‘ud Yogyakarta, An Nash Jakarta, Edu Madani Jakarta, dan lembaga lainnya.


Ruangan Konseling Adab

Selain itu, tersedia layanan konseling adab bagi santri yang membutuhkan pendampingan perilaku secara bijak dan terarah. Layanan ini membantu santri yang mengalami permasalahan perilaku agar setiap persoalan adab dapat ditangani secara mendidik.


Talqinkan Adab kepada Anak-anak

Sebagai program istimewa dan ciri khas ma’had, adab Islam ditalqinkan secara berulang dalam berbagai momen. Santri membaca adab bersama-sama dan mengulanginya setiap hari sesuai konteks kegiatan. Inilah yang menjadikan adab hidup dan melekat dalam diri santri.


Inilah gambaran pendidikan adab di Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid Bin Tsabit: pendidikan yang menanamkan adab sejak dini, menghidupkannya dalam keseharian, dan menjadikannya fondasi lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

(Tulisan ini disarikan dari Skripsi Nicho Ady Saputra [Abu Abdillah], Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qalam Tangerang, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Tahun 2024.)

Sudut Kampus Biru 

Dikala Malam sudah mulai semakin membisu

Dan rembulan bersinar menerangi Bumi-Mu  

03 Februari 2026 Jam 22:33



Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!